Asesmen Bangunan
Investigasi struktur berbasis data ilmiah bukan sekadar inspeksi visual.


Investigasi mendalam kondisi dan kelayakan struktur bangunan eksisting menggunakan Hammer Test, UPV Test, dan Rebar Locator. Outputnya adalah pernyataan kelaikan berbasis data ilmiah, bukan opini.
Metode Pengujian Non-Destruktif
Pelaksanaan asesmen bangunan perlu dilakukan investigasi mendalam terkait struktur bangunan yang bermasalah, hal ini untuk memastikan bangunan tersebut dalam kondisi baik dan layak digunakan.
Hammer Test
Bersifat Non-Destructive Test. Hammer Test digunakan untuk mengetahui daya kuat beton dengan bantuan alat pemeriksaan mutu beton tanpa merusak struktur.
UPV-Test
UPV-Test merupakan Non Destructive Test untuk identifikasi kualitas/mutu beton dengan menggunakan rambatan gelombang ultrasonic pada beton.
Rebar Locator Test
Digunakan untuk mendeteksi tulangan baja dalam beton dan mengukur ketebalan lapisan beton dengan memanfaatkan induksi gelombang elektromagnetik.
Manfaat Melakukan Asesmen Bangunan
Mengetahui kondisi aktual bangunan sangat penting sebelum melakukan renovasi, alih fungsi, atau sekadar memastikan keamanan struktur gedung yang sudah berumur puluhan tahun.
Mencegah Kegagalan Struktur
Mendeteksi dini keretakan tersembunyi, lendutan tidak wajar, atau korosi tulangan yang dapat membahayakan pengguna gedung.
Dasar Renovasi & Retrofitting
Memberikan rekomendasi perbaikan dan perkuatan struktur yang tepat sasaran sehingga anggaran renovasi lebih efisien.
Persyaratan Mutlak SLF
Laporan asesmen teknis merupakan syarat mutlak dan krusial untuk pengurusan Sertifikat Laik Fungsi bangunan eksisting yang belum ber-IMB/PBG.
Terdaftar, terverifikasi, dan memenuhi standar nasional.
Mulai sekarang